Pernah nggak sih kamu merasa jenuh banget di meja kerja, dikejar deadline, terus rasanya pengen cepat-cepat jam pulang kantor? Di Indonesia, pelarian kita biasanya adalah pesan kopi susu lewat ojek online secara sembunyi-sembunyi atau sekadar jalan-jalan ke pantri. Tapi tahu nggak, di Swedia, ritual “kabur sejenak” dari kerjaan ini justru menjadi aturan kantor yang sangat sakral dan wajib diikuti!

Ritual ini namanya Fika (dibaca: fee-ka). Secara harfiah, fika memang berarti minum kopi atau makan camilan manis. Tapi di dunia kerja Swedia, maknanya jauh lebih dalam dari sekadar mengisi perut.

Sweden Has a Caffeinated Secret to Happiness at Work - WSJ

source : WSJ

Nolak Diajak Fika? Bisa Dianggap Kurang Sopan!

Di banyak negara, menolak ajakan ngopi bareng rekan kerja karena alasan “lagi sibuk banget” adalah hal yang lumrah dan dinilai profesional. Namun di Swedia, kalau kamu sengaja melewatkan waktu fika demi terus-terusan menatap layar laptop, kamu justru bisa dianggap tidak sopan atau kurang menghargai kebersamaan tim.

Kenapa bisa begitu? Ini beberapa aturan unik dan fakta menarik tentang budaya fika di kantor Swedia yang perlu kamu tahu:

  1. Jadwal Resmi dari Kantor: Fika bukan sekadar istirahat curi-curi waktu. Banyak perusahaan di Swedia yang secara resmi menjadwalkan waktu fika sebanyak dua kali sehari, biasanya jam 10 pagi dan jam 3 sore, masing-masing selama 15-30 menit.

  2. Kopi dan Kanelbulle adalah Wajib: Ritual ini belum lengkap tanpa secangkir kopi hangat dan kanelbulle (roti gulung kayu manis khas Swedia) atau kue manis lainnya. Biasanya kantor menyediakan ini secara gratis, lho!

  3. Dilarang Membahas Pekerjaan: Ini aturan paling penting. Saat fika, semua orang—mulai dari staf magang sampai bos besar—duduk di meja yang sama. Dan tebak apa? Mereka dilarang keras mengobrol tentang kerjaan! Topik obrolannya harus santai, seperti hobi, keluarga, film, atau rencana akhir pekan.

  4. Menghapus Batas Hierarki: Melalui fika, kesenjangan antara atasan dan bawahan jadi melebur. Kamu bisa ngobrol santai dengan CEO perusahaan tanpa merasa tegang. Hal ini terbukti membangun lingkungan kerja yang sangat solid dan minim stres.

Meskipun kedengarannya banyak “istirahat”, Swedia justru masuk dalam daftar salah satu negara paling produktif dan bahagia di dunia. Budaya fika membuktikan bahwa produktivitas yang baik tidak lahir dari kerja rodi tanpa henti, melainkan dari pikiran yang segar dan hubungan kerja yang harmonis.

Gimana, seru banget kan? Kira-kira kalau budaya fika ini diterapkan di kantormu, kamu bakal jadi tim yang paling rajin ikut atau malah hobi absen?

Mau merasakan langsung serunya budaya fika sambil nongkrong di coffee shop estetik langsung di Swedia? Biar tetap bisa pamer foto roti kayu manis dan kopi kamu tanpa kendala sinyal, jangan lupa sewa pocket WiFi atau aktifkan eSIM Eropa di Passpod sebelum terbang, ya!

By MinPod

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *