Sobat Passpod! Buat kamu yang sering bolak-balik ke Kuala Lumpur, pasti udah nggak asing lagi sama Petaling Street alias Chinatown. Kawasan yang terkenal dengan deretan kedai makanan legendaris, toko suvenir, dan kafe-kafe estetik ini emang selalu punya daya tarik sendiri.
Tapi, sadar nggak sih kalau belakangan ini Chinatown udah banyak berubah? Kafe-kafe kekinian dan hotel butik mulai menggeser beberapa toko tua penuh sejarah. Nah, berangkat dari rasa rindu akan memori masa lalu, seorang seniman multidisiplin bernama Ho Chee Jen (alias OOOH) bareng kurator Low Pey Sien, bikin sebuah proyek seni super unik yang dinamakan The Museum of Disappearance (Museum Kehilangan).
Kerennya lagi, ini adalah museum terbuka 24 jam pertama di Malaysia yang nggak punya gedung sama sekali! Menarik banget, kan? Yuk, kita intip konsepnya!
Main Petak Umpet Bareng ‘Karya Seni’ di Ruang Publik
Kalau biasanya kamu harus datang ke galeri yang sunyi dan formal buat melihat pameran, museum yang satu ini justru mengajak kamu melebur langsung dengan hiruk-pikuk jalanan. Bagian dari KL Festival ini menghadirkan 25 karya seni yang tersebar secara acak di berbagai sudut Petaling Street.
Tapi jangan bayangkan ada lukisan besar atau patung terpajang di pinggir jalan, ya! Karya seni di sini berupa label-label tulisan berbahasa Inggris yang diletakkan di lokasi-lokasi tersembunyi yang punya nilai historis dan emosional bagi sang seniman.
Label-label ini sengaja dibuat menyatu dengan lingkungan sekitar—seperti di dinding pertokoan tua atau gang-gang kecil—sampai-sampai sering terabaikan kalau kita nggak jeli. Jadi, kamu ditantang buat mengeksplorasi Chinatown dengan mata yang lebih peka, sambil berefleksi tentang perubahan kota yang terjadi begitu cepat.

source : the star
Cara Ikutan Berburu: Bebas Eksplorasi Tanpa Rute Tetap!
Proyek seni hasil dukungan Krishen Jit Fund ini sengaja dibuat misterius. Lokasi persis dari ke-25 label tersebut sengaja nggak dibocorkan ke publik. Kamu dibebaskan buat berjalan kaki dan menemukan ‘harta karun’ ini secara tidak sengaja.
Buat kamu yang penasaran pengin ikutan melacak, ada dua titik awal yang disediakan buat mengambil panduan melihat dan pernyataan pameran:
-
Di dekat Pintu Keluar (Exit) A Stasiun MRT Pasar Seni sepanjang Jalan Panggong.
-
Di dekat pintu masuk utama Petaling Street (sisi Jalan Tun Tan Cheng Lock).
Tips Seru: Karena pameran ini formatnya open-air dan mengharuskan kamu jalan kaki menyusuri gang, pastikan kamu pakai sepatu jalan yang paling nyaman, ya. Jangan lupa juga bawa payung buat jaga-jaga kalau cuaca Kuala Lumpur tiba-tiba berubah!
Nggak cuma seru buat konten di media sosial, pameran ini bener-bener bikin kita tersadar kalau sudut-sudut kota yang sering kita lewati ternyata menyimpan banyak cerita dan memori yang perlahan mulai hilang terkikis zaman.
Mau keliling Kuala Lumpur sambil update keseruan berburu karya seni di Instagram tanpa putus? Yuk, sewa wifi portable atau aktivasi eSIM global di Passpod sebelum berangkat biar liburanmu makin praktis dan bebas drama roaming!
