source : indozone news
Thailand sedang memasuki masa berkabung nasional setelah kepergian Ratu Sirikit, Ibu Suri Thailand. Meski suasana duka terasa di berbagai penjuru negeri, wisatawan tetap diperbolehkan berkunjung selama mematuhi peraturan dan menjaga sikap.
Masa berkabung di Thailand bukan sekadar tradisi, tapi bentuk penghormatan mendalam terhadap keluarga kerajaan. Karena itu, penting bagi turis untuk menyesuaikan perilaku agar tidak dianggap tidak sopan.
Berikut panduan dan etika yang perlu kamu tahu sebelum berwisata ke Thailand selama periode ini.

1. Pakaian dan Penampilan
Selama masa berkabung, masyarakat Thailand biasanya mengenakan pakaian bernuansa gelap seperti hitam, abu-abu, atau putih. Wisatawan memang tidak diwajibkan berpakaian hitam, tapi sebaiknya menghindari warna yang terlalu mencolok seperti merah terang, kuning emas, atau oranye.
Gunakan pakaian sopan dan tertutup, terutama jika berkunjung ke kuil atau area resmi seperti kompleks kerajaan. Atasan berlengan dan bawahan yang menutup lutut sudah cukup menunjukkan rasa hormat.
Jika belum membawa pakaian yang sesuai, kamu bisa membeli busana sederhana berwarna netral di toko atau pasar lokal yang banyak menjual pakaian untuk masa berkabung.
2. Status Tempat Wisata dan Kegiatan Umum
Beberapa destinasi wisata di Thailand mengalami penyesuaian selama periode ini. Misalnya, Grand Palace di Bangkok dan kompleks Wat Phra Kaew ditutup sementara hingga 8 November 2025 karena digunakan untuk upacara penghormatan bagi Ratu Sirikit.
Namun, sebagian besar tempat wisata lain tetap buka seperti biasa. Hanya saja, suasananya akan terasa lebih tenang. Musik di tempat umum diputar lebih pelan, beberapa acara hiburan ditunda, dan kegiatan bernuansa pesta dikurangi.
Transportasi, restoran, dan layanan publik tetap beroperasi normal, jadi wisatawan masih bisa beraktivitas seperti biasa asalkan tetap menjaga sikap.

3. Sikap dan Perilaku di Tempat Umum
Thailand dikenal dengan budaya yang menghargai ketenangan dan kesopanan, terutama pada masa berkabung. Karena itu, turis diharapkan bersikap lebih tenang dari biasanya.
Hindari tertawa keras, berbicara dengan suara tinggi, atau membuat keramaian di tempat umum. Saat berada di tempat upacara atau area yang sedang digunakan untuk kegiatan penghormatan, sebaiknya berdiri dengan tenang dan tidak mengambil foto tanpa izin.
Di tempat ibadah seperti kuil, lepaskan alas kaki sebelum masuk dan jaga perilaku. Jangan duduk di posisi yang lebih tinggi dari para biksu, dan hindari gestur atau pose yang dianggap tidak sopan.
4. Etika Mengambil Foto
Fotografi masih diperbolehkan selama masa berkabung, tapi ada batasan yang perlu diperhatikan. Hindari pose berlebihan, terutama di depan patung Buddha, foto kerajaan, atau area sakral. Jika melihat warga lokal berdoa atau mengikuti upacara penghormatan, sebaiknya jangan mengambil foto. Gunakan momen ini untuk menghargai budaya mereka secara langsung, bukan sekadar untuk dokumentasi.

5. Menikmati Liburan dengan Empati
Walau suasananya sedikit berbeda, Thailand tetap menarik untuk dikunjungi. Justru, masa berkabung bisa jadi kesempatan untuk melihat sisi budaya Thailand yang penuh hormat dan spiritualitas.
Kamu tetap bisa menikmati wisata kuliner, alam, dan budaya asal dilakukan dengan kesadaran dan empati terhadap kondisi masyarakat sekitar.
Sebelum berangkat, pastikan kamu selalu mengecek informasi resmi dari Tourism Authority of Thailand (TAT) atau kedutaan besar Thailand, karena beberapa lokasi mungkin mengalami perubahan jam operasional.
Liburan ke Thailand saat masa berkabung tetap bisa jadi pengalaman yang berkesan kalau kamu paham aturan dan menghormati suasana nasional. Hindari pakaian mencolok, jaga sopan santun, dan nikmati suasana khas negeri Gajah Putih yang tetap menawan.
Untuk memastikan perjalananmu tetap lancar tanpa khawatir soal koneksi internet, gunakan Passpod WiFi luar negeri. Cukup sewa dari Indonesia, nyalakan saat tiba di Thailand, dan kamu langsung bisa online tanpa repot cari kartu SIM lokal.
